Saemuna

April 21, 2009

Teguh Pendirian

Filed under: Agama,hikmah,islam,jawab,NASEHAT,Pendidikan,soal,umum — saemuna @ 4:29 am

Pertanyaan:

Bagaimana bersikap yang baik supaya kita selalu bisa diterima di masyarakat?

Jawaban

Seorang beriman yang menjalankan kebenaran Al-Qur’an dan As-Sunnah dalam kehidupan sehari-hari pasti akan menghadapi berbagai tantangan dari masyarakat yang belum memahami, terlebih masyarakat yang kental dengan bid’ah, tahayul dan kemusyrikan. Suatu ketika seorang mukmin harus menentukan satu pilihan dari dua resiko yang dihadapinya, yakni : Selamat dari ancaman manusia, tetapi tidak selamat dari ancaman Allah. Atau sebaliknya, selamat dari ancaman Allah, tetapi tidak selamat dari ancaman manusia.

Allah SWT berfirman QS Al-Isra’ ayat 73 dan 75:

Dan Sesungguhnya mereka hampir memalingkan kamu dari apa yang Telah kami wahyukan kepadamu, agar kamu membuat yang lain secara bohong terhadap Kami; dan kalau sudah begitu tentulah mereka mengambil kamu jadi sahabat yang setia.

Dan kalau kami tidak memperkuat (hati)mu, niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka,

Kalau terjadi demikian, benar-benarlah Kami akan rasakan kepadamu (siksaan) berlipat ganda di dunia ini dan begitu (pula siksaan) berlipat ganda sesudah mati, dan kamu tidak akan mendapat seorang penolongpun terhadap kami.

Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa orang-orang yang ingkar kepada Allah berusaha memalingkan, mengajak Nabi untuk berbohong atau menyimpang dari Al-Qur’an yang diwahyukan oleh Allah. Sekarang pun orang yang ingkar kepada Allah selalu berusaha memalingkan orang beriman supaya menyimpang dari Al-Qur’an.

Kalau tidak mau menuruti ajakan mereka, maka mereka akan mengatakan: “Fanatik”, “tidak mau bermasyarakat”, “tidak umum”, “berwawasan picik”, dan sebagainya dengan maksud agar masyarakat luas menentang dan memusuhinya. Namun orang yang berpegang teguh di jalan Allah, beragama sesuai Al-Qur’an dan Sunnah Nabi pasti dicintai Allah SWT.

Sebaliknya kalau mau menuruti ajakan mereka, maka akan diangkat menjadi shahabat yang setia dan dikatakan, “berwawasan luas”, “orang bijak”, “orang ‘alim” dan berbagai gelar yang meninggikan hati. Kalau ini yang diturut maka akan mengundang kemurkaan Allah yaitu siksaan yang berlipat ganda di dunia dan siksaan berlipat ganda sesudah mati (di akhirat nanti).

Bagi orang yang benar-benar beriman, kalau dihadapkan kenyataan yang demikian, tidak ada keraguan sedikitpun tentu memilih dicintai Allah, walaupun resikonya dibenci oleh manusia. Karena meyakini sepenuhnya bahwa manusia seluruhnya ini nanti pasti akan mati dan masing-masing bertanggungjawab atas perbuatannya kepada Allah, tidak dapat saling bantu-membantu.

Rasulullah SAW bersabda :

لاَ تَكُوْنُوْا اِمَّعَةً تَقُوْلُوْنَ اِنْ اَحْسَنَ النَّاسُ اَحْسَنَّا، وَ اِنْ ظَلَمُوْا ظَلَمْنَا، وَ لكِنْ وَطّنُوْا اَنْفُسَكُمْ، اِنْ اَحْسَنَ النَّاسُ اَنْ تُحْسِنُوْا وَ اِنْ اَسَاءُوْا فَلاَ تَظْلِمُوْا. الترمذى 3: 246

Janganlah kamu sekalian menjadi orang yang ikut-ikutan saja. Kalian mengatakan, “Jika orang-orang berbuat kebaikan kami pun berbuat kebaikan. Dan jika mereka berbuat dhalim kami pun berbuat dhalim”. Akan tetapi mantapkanlah/teguhkanlah pendirian kalian. Jika orang berbuat kebaikan maka kalian berbuat kebaikan pula. Dan jika mereka berbuat keburukan janganlah kalian berlaku dhalim”. [HR. Tirmidzi juz 3, hal. 246]

Orang yang tidak punya pendirian ajur-ajer, dapat menyesuaikan dengan keadaan masyarakat dimana dia tinggal. Sementara orang mengatakannya “pandai bergaul”, “luwes”, “tidak fanatik”,”orang bijaksana” serta bisa diterima oleh masyarakat”, akan tetapi menurut pandangan Allah orang semacam itu disebut “Munafiq“. Apabila mereka bertemu dengan orang-orang yang beriman, mereka melakukan kebaikan seperti yang dilakukan oleh orang-orang beriman.  Akan tetapi bila mereka kumpul dengan syaithan-syaithan mereka, yakni orang-orang jahat yang bergelimang dalam kemakshiyatan, ia mengatakan, “Saya sependirian dengan kamu”.

Allah berfirman QS Al Baqarah 14:

dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman”. dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: “Sesungguhnya Kami sependirian dengan kamu, Kami hanyalah berolok-olok.”

Oleh karena itu marilah kita tetap teguh menjalankan Al-Qur’an dan As-Sunnah walau apapun resikonya. Kalau ada orang yang mau mengikuti, hakekatnya itu adalah kebaikan dan keuntungan bagi dirinya sebagai rahmat Allah. Sementara orang yang tidak mau mengikuti dan atau bahkan menghalang-halangi kita dalam hal ini dia menjatuhkan dirinya sendiri dalam kerugian yang nyata. Orang semacam ini biasanya lalu memprofokasi masyarakat untuk membenci kita.

Allah berfirman QS An Nisaa’ 61-63:

apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu Lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.

Maka Bagaimanakah halnya apabila mereka (orang-orang munafik) ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah: “Demi Allah, Kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna”.

mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan Katakanlah kepada mereka Perkataan yang berbekas pada jiwa mereka.

Jadi kita pasrahkan kepada Allah Yang Maha Kuat dan Maha Mengetahui, Tetap Teguh di jalan Allah, serta berilah peringatan yang membekas pada jiwa mereka.

4 Komentar »

  1. Terimakasih jawabannya m sae……

    Komentar oleh nurrahmawati — September 27, 2009 @ 3:58 am | Balas

    • terima kasih pertanyaannya mb nurr…

      Komentar oleh saemuna — November 23, 2011 @ 12:48 am | Balas

  2. semoga tetap istiqomah

    Komentar oleh jan — November 19, 2011 @ 10:23 am | Balas

    • Amiiin

      Komentar oleh saemuna — November 23, 2011 @ 12:51 am | Balas


Umpan RSS untuk komentar-komentar pada tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Tema: Rubric. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.