Saemuna

April 7, 2009

Halal Haram

Filed under: Agama,hikmah,islam,jawab,NASEHAT,Pendidikan,soal,umum — saemuna @ 2:25 am

Pertanyaan :

Tetangga saya jualan danging anjing. Ketika saya bertamu dan dijamu dirumahnya, bolehkah memakan jamuannya? Karena perasaan saya merasa jijik. Tolong penjelasannya..

Jawaban :

Untuk menjawab hal ini baiklah saya terangkan perihal halal haram menurut ketentuan islam.

Urusan halal haram adalah hak Allah SWT. Manusia tidak ada yang diberi hak, walaupun nabi.

qs-16116dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara Dusta “Ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah Tiadalah beruntung.

Dengan terang Allah melarang nabi Muhammad SAW untuk menghalal haramkan sesuatu. Larangan itu sudah tentu termasuk kepada kita umat islam.

Maka bagaimanakah aturan Allah tentang urusan makanan? Apa sajakah yang diharamkan oleh Allah buat kita memakannya? Berikut ini adalah ayat-ayat yang menerangkan perihal tersebut.

qs-6145

Katakanlah: “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaKu, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi – karena Sesungguhnya semua itu kotor – atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam Keadaan terpaksa, sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, Maka Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Allah SWT berfirman QS 2 Al Baqarah 173:

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. tetapi Barangsiapa dalam Keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, Maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Allah SWT berfirman QS 5 Al Maidah 3:

diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala…

Allah SWT berfirman QS 16 An Nahl 115:

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi Barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak Menganiaya dan tidak pula melampaui batas, Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dari sekian ayat Al Qur’an itu sangat tegas bahwa Allah SWT membatas yang diharamkan itu hanya sebagaimana tersebut. Selain itu tidak diharamkan Allah. Bahkan yang haram itupun kalau dalam keadaan terpaksa kita boleh memakannya dengan tidak melampaui batas.

Maka jika ada larangan yang lain seperti yang tersebut dalam hadist-hadist, kita perlu dudukkan ia supaya tidak berlawanan dengan Al Qur’an. Karena Nabi Muhammad SAW tidak mungkin menyalahi Al Qur’an.

Duduknya larangan Nabi SAW yang terdapat di hadist-hadist itu begini:

Di dalam agama, larangan itu ada 2 tingkatan yaitu haram dan makruh. Haram disini bermakna berdosa orang yang menyengaja makan makanan yang diharamkan. Sedangkan makruh memiliki makna lebih baik ditinggalkan namun tidak berdosa bila memakannya. Maka larangan-larangan memakan makanan dalam hadist itu, paling tinggi jatuhnya adalah makruh saja, tidak sampai derajat haram sebagaimana dalam Al Qur’an.

Setelah kita tahu apa saja makanan yang diharamkan Allah SWT dan bagaimana kedudukan hadist yang melarang makanan, maka untuk segala urusan makan makanan silahkan anda pikirkan sendiri. Hal ini karena saya pun tidak boleh menentukan “ini halal; ini haram”.

Sebagai catatan kalau anda tidak suka atau merasa jijik terhadap suatu makanan, bukan berarti makanan itu haram dimakan.

Perihal jamuan tetangga anda yang berjualan daging anjing itu pun silahkan anda pikirkan sendiri.

Mohon ma’af jika jawaban saya kurang memuaskan, karena tidak mudah untuk memuaskan orang dan itupun bukan tugas saya. Semoga Allah memberikan kemampuan kepada kita masing-masing untuk berfikir.

1 Komentar »

  1. ya nggak papa jamuannya dimakan, kalo nggak mau buat saya aja, deh! hehehe…

    Komentar oleh islamarket.net — April 7, 2009 @ 6:52 am | Balas


Umpan RSS untuk komentar-komentar pada tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Tema: Rubric. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.