Saemuna

April 2, 2009

Berdakwah

Filed under: Agama,hikmah,islam,jawab,NASEHAT,Pendidikan,soal — saemuna @ 3:13 am

Pertanyaan :

Ada orang berdakwah sangat keras, bagaimanakah dakwah yang bijaksana?

Jawaban :

Berdakwah dalam Islam adalah mengajak umat manusia yang lain untuk menjalankan agama Allah yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah, baik dengan lesan, perbuatan bahkan tulisan. Berdakwah merupakan kewajiban bagi setiap muslim.

Allah berfirmam (QS. 16. An Nahl : 125)

qs16125serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

Ini adalah perintah. Setiap perintah wajib dikerjakan.

Kemudian untuk memahami alhikmah perhatikanlah firman-firman Allah yang lain sbb:

Allah berfirmam (QS. 2. Al-Baqarah : 129)

Ya Tuhan Kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.

Allah berfirmam (QS. 2. Al-Baqarah : 151)

sebagaimana (kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.

Allah berfirmam (QS. 2. Al-Baqarah : 231)

… janganlah kamu jadikan hukum-hukum Allah permainan, dan ingatlah nikmat Allah padamu, dan apa yang telah diturunkan Allah kepadamu Yaitu Al kitab dan Al Hikmah (As Sunnah). Allah memberi pengajaran kepadamu dengan apa yang diturunkan-Nya itu. dan bertakwalah kepada Allah serta ketahuilah bahwasanya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.

Selain ayat-ayat di atas juga bisa dibaca lagi untuk melengkapi : (QS 3 Ali Imran 164), (QS 4 An Nisa’ 54 dan 113), (QS 33 Al Ahzab 34), dan (QS 62 Al Jum’ah 2).


Dari sekian banyak ayat itu bisa diambil penafsiran yang tepat. Yaitu bahwa berdakwah :

“serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan Al Hikmah dan Al Mau’idloh Hasanah (pelajaran yang baik)”

Maksudnya adalah dengan Al Hikmah = As Sunnah

dan Al Mau’idloh Hasanah = Al Qur’an

……tidak ada pelajaran yang lebih baik dari Al-Qur’an.

Kemudian ketika berdakwah, seorang dalam mengajak orang lain tentu berkeinginan agar orang yang diajak itu mau mengikuti ajakannya. Dan tentu ia berusaha supaya bisa diterima. Artinya tidak ada orang menyengaja supaya dakwahnya ditolak. Entah kalau orang tidak normal.

Dalam usaha ini orang dipersilahkan untuk berkreasi. Tentu lain orang lain pula kreasinya. Dalam istilah saya “ silahkan bergaya”. Yang pokok adalah materi yang didakwahkan harus Al Qur’an dan As Sunnah, Tidak boleh keluar dari itu.

Jadi jangan sampai karena berkeinginan diterima orang lain dalam berdakwah, lalu materi dakwah keluar dari Al-Qur’an dan As Sunnah, yang dalam istilah saya “bijaksana-sini” alias menyesatkan.

Nah kalau materi dakwah sudah benar, dan sudah disampaikan dengan berbagai gaya, tetapi orang lain justru menolak, ketahuilah bahwa tugas kita adalah menyampaikan. Bukan memberi hidayah. Allahlah yang memberi hidayah.

Allah berfirmam (QS. 92. Al-Lail : 12 – 16)

Sesungguhnya kewajiban kamilah memberi petunjuk,

dan Sesungguhnya kepunyaan kamilah akhirat dan dunia.

Maka, Kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala.

tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka,

yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman).

Maka kita lihat bagaimana Nabi Muhammad, Rosulullah SAW dalam berdakwah. Kurang baguskah? Tentu sangat bagus. Begitu pun ada yang beriman (menerima) dan ada pula yang kafir (menolak).

Maka karena itu serulah (mereka kepada agama ini) dan tetaplah sebagai mana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka …(QS. 42. Asy Syuura :15)

dan janganlah sekali-kali mereka dapat menghalangimu dari (menyampaikan) ayat-ayat Allah, sesudah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu, dan serulah mereka kepada (jalan) Tuhanmu, dan janganlah sekali-sekali kamu Termasuk orang-orang yang mempersekutukan tuhan. (QS. 28. Al Qashash : 87)

Tunggu Apa Lagi….

SAMPAIKAN…. SAMPAIKANLAH….

“sampaikan dariku walau satu ayat”

1 Komentar »

  1. Saudaraku…

    Al-Qur’an dan Islam kembali dihina…

    http://pakarfisika.wordpress.com/2009/04/02/exmuslim-blog-baru-penghina-islam/

    mari kita jihad…

    berdakwah memahakan umat kepada Al Qur’an dan Sunnah adalah termasuk jihad. jihad memerangi kebodohan umat.

    Komentar oleh pakarfisika — April 2, 2009 @ 4:39 am | Balas


Umpan RSS untuk komentar-komentar pada tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Tema: Rubric. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.