Saemuna

Oktober 30, 2009

Haramnya Khamer

Diarsipkan di bawah: Agama, NASEHAT, Pendidikan, hikmah, islam, jawab, soal, umum — saemuna @ 7:41 am

Pertanyaan:

Apa benar di akhirat khamar dihalalkan?

Jawaban:

Kita perlu pahamkan apa itu khamar? Khamar adalah jenis minuman yang biasa digunakan orang untuk bermabuk-mabukan di dunia ini.

Memang nanti di akhirat khamar itu dihalalkan bagi penghuni syurga, sebagaimana firman Allah :

Diedarkan kepada mereka gelas yang berisi khamar dari sungai yang mengalir (QS Ash Shaaffaat :45)

Dan juga

(Apakah) perumpamaan (penghuni) jannah yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam jahannam dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya? (QS Muhammad :15)

Jadi  larangan Allah tentang khamar di dunia ini bagi orang beriman adalah sebagai ujian ketaatan kepada Allah. Larangan itu ada dalam surat Al Maidah 90 sbb:

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah[434], adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.

Dari sekian banyak jenis minuman di dunia ini Allah hanya mengharamkan satu yaitu khamar. Jika lulus ujian (yaitu taat dengan tidak meminum khamar walaupun sedikit di dunia ini), maka sebagai janji-Nya nanti di syurga  akan disediakan sungai khamar yang lezat lagi gratis…tis…

Mau tidak..?

April 21, 2009

Teguh Pendirian

Diarsipkan di bawah: Agama, NASEHAT, Pendidikan, hikmah, islam, jawab, soal, umum — saemuna @ 4:29 am

Pertanyaan:

Bagaimana bersikap yang baik supaya kita selalu bisa diterima di masyarakat?

Jawaban

Seorang beriman yang menjalankan kebenaran Al-Qur’an dan As-Sunnah dalam kehidupan sehari-hari pasti akan menghadapi berbagai tantangan dari masyarakat yang belum memahami, terlebih masyarakat yang kental dengan bid’ah, tahayul dan kemusyrikan. Suatu ketika seorang mukmin harus menentukan satu pilihan dari dua resiko yang dihadapinya, yakni : Selamat dari ancaman manusia, tetapi tidak selamat dari ancaman Allah. Atau sebaliknya, selamat dari ancaman Allah, tetapi tidak selamat dari ancaman manusia.

Allah SWT berfirman QS Al-Isra’ ayat 73 dan 75:

Dan Sesungguhnya mereka hampir memalingkan kamu dari apa yang Telah kami wahyukan kepadamu, agar kamu membuat yang lain secara bohong terhadap Kami; dan kalau sudah begitu tentulah mereka mengambil kamu jadi sahabat yang setia.

Dan kalau kami tidak memperkuat (hati)mu, niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka,

Kalau terjadi demikian, benar-benarlah Kami akan rasakan kepadamu (siksaan) berlipat ganda di dunia ini dan begitu (pula siksaan) berlipat ganda sesudah mati, dan kamu tidak akan mendapat seorang penolongpun terhadap kami.

Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa orang-orang yang ingkar kepada Allah berusaha memalingkan, mengajak Nabi untuk berbohong atau menyimpang dari Al-Qur’an yang diwahyukan oleh Allah. Sekarang pun orang yang ingkar kepada Allah selalu berusaha memalingkan orang beriman supaya menyimpang dari Al-Qur’an.

Kalau tidak mau menuruti ajakan mereka, maka mereka akan mengatakan: “Fanatik”, “tidak mau bermasyarakat”, “tidak umum”, “berwawasan picik”, dan sebagainya dengan maksud agar masyarakat luas menentang dan memusuhinya. Namun orang yang berpegang teguh di jalan Allah, beragama sesuai Al-Qur’an dan Sunnah Nabi pasti dicintai Allah SWT.

Sebaliknya kalau mau menuruti ajakan mereka, maka akan diangkat menjadi shahabat yang setia dan dikatakan, “berwawasan luas”, “orang bijak”, “orang ‘alim” dan berbagai gelar yang meninggikan hati. Kalau ini yang diturut maka akan mengundang kemurkaan Allah yaitu siksaan yang berlipat ganda di dunia dan siksaan berlipat ganda sesudah mati (di akhirat nanti).

Bagi orang yang benar-benar beriman, kalau dihadapkan kenyataan yang demikian, tidak ada keraguan sedikitpun tentu memilih dicintai Allah, walaupun resikonya dibenci oleh manusia. Karena meyakini sepenuhnya bahwa manusia seluruhnya ini nanti pasti akan mati dan masing-masing bertanggungjawab atas perbuatannya kepada Allah, tidak dapat saling bantu-membantu.

Rasulullah SAW bersabda :

لاَ تَكُوْنُوْا اِمَّعَةً تَقُوْلُوْنَ اِنْ اَحْسَنَ النَّاسُ اَحْسَنَّا، وَ اِنْ ظَلَمُوْا ظَلَمْنَا، وَ لكِنْ وَطّنُوْا اَنْفُسَكُمْ، اِنْ اَحْسَنَ النَّاسُ اَنْ تُحْسِنُوْا وَ اِنْ اَسَاءُوْا فَلاَ تَظْلِمُوْا. الترمذى 3: 246

Janganlah kamu sekalian menjadi orang yang ikut-ikutan saja. Kalian mengatakan, “Jika orang-orang berbuat kebaikan kami pun berbuat kebaikan. Dan jika mereka berbuat dhalim kami pun berbuat dhalim”. Akan tetapi mantapkanlah/teguhkanlah pendirian kalian. Jika orang berbuat kebaikan maka kalian berbuat kebaikan pula. Dan jika mereka berbuat keburukan janganlah kalian berlaku dhalim”. [HR. Tirmidzi juz 3, hal. 246]

Orang yang tidak punya pendirian ajur-ajer, dapat menyesuaikan dengan keadaan masyarakat dimana dia tinggal. Sementara orang mengatakannya “pandai bergaul”, “luwes”, “tidak fanatik”,”orang bijaksana” serta bisa diterima oleh masyarakat”, akan tetapi menurut pandangan Allah orang semacam itu disebut “Munafiq“. Apabila mereka bertemu dengan orang-orang yang beriman, mereka melakukan kebaikan seperti yang dilakukan oleh orang-orang beriman.  Akan tetapi bila mereka kumpul dengan syaithan-syaithan mereka, yakni orang-orang jahat yang bergelimang dalam kemakshiyatan, ia mengatakan, “Saya sependirian dengan kamu”.

Allah berfirman QS Al Baqarah 14:

dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman”. dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: “Sesungguhnya Kami sependirian dengan kamu, Kami hanyalah berolok-olok.”

Oleh karena itu marilah kita tetap teguh menjalankan Al-Qur’an dan As-Sunnah walau apapun resikonya. Kalau ada orang yang mau mengikuti, hakekatnya itu adalah kebaikan dan keuntungan bagi dirinya sebagai rahmat Allah. Sementara orang yang tidak mau mengikuti dan atau bahkan menghalang-halangi kita dalam hal ini dia menjatuhkan dirinya sendiri dalam kerugian yang nyata. Orang semacam ini biasanya lalu memprofokasi masyarakat untuk membenci kita.

Allah berfirman QS An Nisaa’ 61-63:

apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu Lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.

Maka Bagaimanakah halnya apabila mereka (orang-orang munafik) ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah: “Demi Allah, Kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna”.

mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan Katakanlah kepada mereka Perkataan yang berbekas pada jiwa mereka.

Jadi kita pasrahkan kepada Allah Yang Maha Kuat dan Maha Mengetahui, Tetap Teguh di jalan Allah, serta berilah peringatan yang membekas pada jiwa mereka.

April 7, 2009

Syirik

Diarsipkan di bawah: Agama, NASEHAT, Pendidikan, hikmah, islam, jawab, soal, umum — saemuna @ 3:12 am

Pertanyaan :

Ada orang islam melakukan sholat tetapi juga syirik bagaimana statusnya, ketika mati apakah harus disolatkan?

Jawaban :

Syirik dan Bahayanya

Syirik yang dimaksud adalah menyekutukan Allah. Orang yang melakukan syirik disebut musyrik. Sementara orang islam disebut muslim. Muslim adalah orang yang tunduk patuh kepada Allah SWT. Salah satu wujud kepatuhan itu adalah menjahui syirik, karena Allah melarangnya seperti Firman Allah SWT dalam QS 4 An Nisaa’ 36 :

qs-436Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun.

Allah SWT berfirman QS 6 Al An’aam 151:

qs-6151Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu Yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia.

Dan masih banyak ayat lain yang melarang orang islam berbuat syirik. Begitu murka Allah bila disekutukan dengan mahluk-Nya, sehingga Allah Yang Maha Pengampun tidak berkenan mengampuni dosa syirik.

Allah SWT berfirman QS 4 An Nisaa’ 48:

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.

Allah SWT berfirman QS 4 An Nisaa’ 116:

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, Maka Sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.

Tidak hanya itu bahaya syirik bisa menghapuskan seluruh amal kebaikan yang telah dikerjakan.

Allah SWT berfirman QS 39 Az Zumar 65:

dan Sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu Termasuk orang-orang yang merugi.

Jadi orang yang mengaku islam tetapi masih melakukan syirik, maka dia sesungguhnya telah keluar dari islam, telah merusak amal kebaikannya sendiri. Pahala syahadatnya, sholatnya, puasanya, hajinya dan seluruh amal kebaikannya terhapus oleh dosa syirik. Dia tidak muslim lagi tetapi telah jatuh menjadi musyrik, walaupun KTPnya masih muslim.

Oleh karena itu jika orang seperti ini mati dan tetap dalam kemusyrikannya (belum bertaubat), maka tidak boleh dimintakan ampun. Dan sudah tentu tidak boleh disholatkan, karena di dalam shalat jenazah ada mintakan ampunan. Sebagaimana Allah melarang dalam QS 9 At Taubah 113:

Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum Kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam.

Jadi sudah menjadi kewajiban bagi setiap muslim meninggalkan syirik.

Nah melihat syirik yang sangat membahayakan, maka kita perlu mengetahui bentuk-bentuk kemusyrikan supaya bisa menghindar darinya.

Cabang-cabang kemusyrikan:

Berdasar pada Ayat-ayat Al-Qur’an yang kami ketahui, maka setidaknya ada 5 cabang kemusyrikan:

1. Musyrik dalam keyakinan/pengakuan

Meyakini ada selain Allah sama dengan Allah, baik zat dan atau sifat-sifatnya. Contohnya adalah ratapan jahiliyah, yaitu mengatakan kepada si mati sebagai pelindungnya, pemberi rejekinya; Padahal Allah lah pelindung kita; Allah lah pemberi rejeki kita; bukan si mati.

Contoh lain adalah meyakini ada si demit yang mbaurekso sebuah wilayah; Padahal dunia dan akhirat yang mbaurekso adalah Alla SWT.

Allah SWT berfirman QS 6 Al An’aam 19:

… Apakah Sesungguhnya kamu mengakui bahwa ada tuhan-tuhan lain di samping Allah?” Katakanlah: “Aku tidak mengakui.” Katakanlah: “Sesungguhnya Dia adalah Tuhan yang Maha Esa dan Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)”.

2. Musyrik dalam niat

Melakukan amal dan ibadah bukan untuk Allah saja, tetapi juga untuk selain Allah, seperti riya’ (pamer).

Ayat 38 (sebagai lanjutan dari larangan musyrik dalam QS An Nisaa’ ayat 36) menyebutkan :

dan (juga) orang-orang yang menafkahkan harta-harta mereka karena riya kepada manusia, dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian. Barangsiapa yang mengambil syaitan itu menjadi temannya, Maka syaitan itu adalah teman yang seburuk-buruknya.

Seharusnya kita sebagai muslim dalam beramal dan beribadah adalah hanya untuk Allah saja.

Allah SWT berfirman QS 6 Al An’aam 126:

Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.

3. Musyrik dalam beribadah

Melakukan peribadatan yang tidak dituntunkan Allah dan Rosul yaitu bid’ah.

Allah SWT berfirman QS 42 Asy Syuura 21 :

Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. dan Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang Amat pedih.

4. Musyrik dalam minta pertolongan

Meminta sesuatu kepada selain Allah. Seperti merdukun, mersyetan dan sejenisnya.

Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong. (QS Al Baqarah 107)

Semestinya kita orang islam hanya kepada Allah saja meminta perolongan:

hanya Engkaulah yang Kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan.

Nasta’iin (minta pertolongan), terambil dari kata isti’aanah: mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak sanggup dikerjakan dengan tenaga sendiri.

5. Musyrik dalam bergolongan

Bersikap bangga terhadap golongannya dan merendahkan golongan yang lain. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Ar Ruum 31-32:

dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu Termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah,

Yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.

Ada musyrikin mengatakan dengan berbagai gaya bahasa bahwa apa yang ia lakukan adalah sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah. Kami ini orang yang penuh dosa, jauh dari Allah perlu perantara. Hal ini seperti yang telah difirmankan Allah dalam QS 39 Az Zumar 3:

Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan Kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya”. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.

Tuhan-tuhan selain Allah Pasti akan lenyap; tidak bisa menolong.

Maka mengapa yang mereka sembah selain Allah sebagai Tuhan untuk mendekatkan diri (kepada Allah) tidak dapat menolong mereka. bahkan tuhan-tuhan itu telah lenyap dari mereka? Itulah akibat kebohongan mereka dan apa yang dahulu mereka ada-adakan. (QS 46 Al Ahkaaf 28)

Demikian penjelasan kami semoga Allah berikan petunjuk kepada kita ke jalan yang lurus.

Halal Haram

Diarsipkan di bawah: Agama, NASEHAT, Pendidikan, hikmah, islam, jawab, soal, umum — saemuna @ 2:25 am

Pertanyaan :

Tetangga saya jualan danging anjing. Ketika saya bertamu dan dijamu dirumahnya, bolehkah memakan jamuannya? Karena perasaan saya merasa jijik. Tolong penjelasannya..

Jawaban :

Untuk menjawab hal ini baiklah saya terangkan perihal halal haram menurut ketentuan islam.

Urusan halal haram adalah hak Allah SWT. Manusia tidak ada yang diberi hak, walaupun nabi.

qs-16116dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara Dusta “Ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah Tiadalah beruntung.

Dengan terang Allah melarang nabi Muhammad SAW untuk menghalal haramkan sesuatu. Larangan itu sudah tentu termasuk kepada kita umat islam.

Maka bagaimanakah aturan Allah tentang urusan makanan? Apa sajakah yang diharamkan oleh Allah buat kita memakannya? Berikut ini adalah ayat-ayat yang menerangkan perihal tersebut.

qs-6145

Katakanlah: “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaKu, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi – karena Sesungguhnya semua itu kotor – atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam Keadaan terpaksa, sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, Maka Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Allah SWT berfirman QS 2 Al Baqarah 173:

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. tetapi Barangsiapa dalam Keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, Maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Allah SWT berfirman QS 5 Al Maidah 3:

diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala…

Allah SWT berfirman QS 16 An Nahl 115:

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi Barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak Menganiaya dan tidak pula melampaui batas, Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dari sekian ayat Al Qur’an itu sangat tegas bahwa Allah SWT membatas yang diharamkan itu hanya sebagaimana tersebut. Selain itu tidak diharamkan Allah. Bahkan yang haram itupun kalau dalam keadaan terpaksa kita boleh memakannya dengan tidak melampaui batas.

Maka jika ada larangan yang lain seperti yang tersebut dalam hadist-hadist, kita perlu dudukkan ia supaya tidak berlawanan dengan Al Qur’an. Karena Nabi Muhammad SAW tidak mungkin menyalahi Al Qur’an.

Duduknya larangan Nabi SAW yang terdapat di hadist-hadist itu begini:

Di dalam agama, larangan itu ada 2 tingkatan yaitu haram dan makruh. Haram disini bermakna berdosa orang yang menyengaja makan makanan yang diharamkan. Sedangkan makruh memiliki makna lebih baik ditinggalkan namun tidak berdosa bila memakannya. Maka larangan-larangan memakan makanan dalam hadist itu, paling tinggi jatuhnya adalah makruh saja, tidak sampai derajat haram sebagaimana dalam Al Qur’an.

Setelah kita tahu apa saja makanan yang diharamkan Allah SWT dan bagaimana kedudukan hadist yang melarang makanan, maka untuk segala urusan makan makanan silahkan anda pikirkan sendiri. Hal ini karena saya pun tidak boleh menentukan “ini halal; ini haram”.

Sebagai catatan kalau anda tidak suka atau merasa jijik terhadap suatu makanan, bukan berarti makanan itu haram dimakan.

Perihal jamuan tetangga anda yang berjualan daging anjing itu pun silahkan anda pikirkan sendiri.

Mohon ma’af jika jawaban saya kurang memuaskan, karena tidak mudah untuk memuaskan orang dan itupun bukan tugas saya. Semoga Allah memberikan kemampuan kepada kita masing-masing untuk berfikir.

April 2, 2009

Berdakwah

Diarsipkan di bawah: Agama, NASEHAT, Pendidikan, hikmah, islam, jawab, soal — saemuna @ 3:13 am

Pertanyaan :

Ada orang berdakwah sangat keras, bagaimanakah dakwah yang bijaksana?

Jawaban :

Berdakwah dalam Islam adalah mengajak umat manusia yang lain untuk menjalankan agama Allah yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah, baik dengan lesan, perbuatan bahkan tulisan. Berdakwah merupakan kewajiban bagi setiap muslim.

Allah berfirmam (QS. 16. An Nahl : 125)

qs16125serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

Ini adalah perintah. Setiap perintah wajib dikerjakan.

Kemudian untuk memahami alhikmah perhatikanlah firman-firman Allah yang lain sbb:

Allah berfirmam (QS. 2. Al-Baqarah : 129)

Ya Tuhan Kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.

Allah berfirmam (QS. 2. Al-Baqarah : 151)

sebagaimana (kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.

Allah berfirmam (QS. 2. Al-Baqarah : 231)

… janganlah kamu jadikan hukum-hukum Allah permainan, dan ingatlah nikmat Allah padamu, dan apa yang telah diturunkan Allah kepadamu Yaitu Al kitab dan Al Hikmah (As Sunnah). Allah memberi pengajaran kepadamu dengan apa yang diturunkan-Nya itu. dan bertakwalah kepada Allah serta ketahuilah bahwasanya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.

Selain ayat-ayat di atas juga bisa dibaca lagi untuk melengkapi : (QS 3 Ali Imran 164), (QS 4 An Nisa’ 54 dan 113), (QS 33 Al Ahzab 34), dan (QS 62 Al Jum’ah 2).


Dari sekian banyak ayat itu bisa diambil penafsiran yang tepat. Yaitu bahwa berdakwah :

“serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan Al Hikmah dan Al Mau’idloh Hasanah (pelajaran yang baik)”

Maksudnya adalah dengan Al Hikmah = As Sunnah

dan Al Mau’idloh Hasanah = Al Qur’an

……tidak ada pelajaran yang lebih baik dari Al-Qur’an.

Kemudian ketika berdakwah, seorang dalam mengajak orang lain tentu berkeinginan agar orang yang diajak itu mau mengikuti ajakannya. Dan tentu ia berusaha supaya bisa diterima. Artinya tidak ada orang menyengaja supaya dakwahnya ditolak. Entah kalau orang tidak normal.

Dalam usaha ini orang dipersilahkan untuk berkreasi. Tentu lain orang lain pula kreasinya. Dalam istilah saya “ silahkan bergaya”. Yang pokok adalah materi yang didakwahkan harus Al Qur’an dan As Sunnah, Tidak boleh keluar dari itu.

Jadi jangan sampai karena berkeinginan diterima orang lain dalam berdakwah, lalu materi dakwah keluar dari Al-Qur’an dan As Sunnah, yang dalam istilah saya “bijaksana-sini” alias menyesatkan.

Nah kalau materi dakwah sudah benar, dan sudah disampaikan dengan berbagai gaya, tetapi orang lain justru menolak, ketahuilah bahwa tugas kita adalah menyampaikan. Bukan memberi hidayah. Allahlah yang memberi hidayah.

Allah berfirmam (QS. 92. Al-Lail : 12 – 16)

Sesungguhnya kewajiban kamilah memberi petunjuk,

dan Sesungguhnya kepunyaan kamilah akhirat dan dunia.

Maka, Kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala.

tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka,

yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman).

Maka kita lihat bagaimana Nabi Muhammad, Rosulullah SAW dalam berdakwah. Kurang baguskah? Tentu sangat bagus. Begitu pun ada yang beriman (menerima) dan ada pula yang kafir (menolak).

Maka karena itu serulah (mereka kepada agama ini) dan tetaplah sebagai mana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka …(QS. 42. Asy Syuura :15)

dan janganlah sekali-kali mereka dapat menghalangimu dari (menyampaikan) ayat-ayat Allah, sesudah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu, dan serulah mereka kepada (jalan) Tuhanmu, dan janganlah sekali-sekali kamu Termasuk orang-orang yang mempersekutukan tuhan. (QS. 28. Al Qashash : 87)

Tunggu Apa Lagi….

SAMPAIKAN…. SAMPAIKANLAH….

“sampaikan dariku walau satu ayat”

Januari 29, 2009

Prasangka

Diarsipkan di bawah: Agama, NASEHAT, Pendidikan, hikmah, islam, jawab, soal, umum — saemuna @ 4:52 am

Pertanyaan:

Saya suka berprasangka, bolehkah?

Jawab:

Allah berfirman dalam QS Al Hujurat 12 :

qs-49-121

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa.

Rosul SAW Bersabda :

hd100

Jauhkanlah dirimu dari buruk sangka, karena buruk sangka itu sedusta-dusta omongan

Kalau tidak bisa berprasangka baik, lebih baik tidak berprasangka.

September 2, 2008

Puasa & Koruptor

Diarsipkan di bawah: Agama, NASEHAT, Pendidikan, islam, jawab, soal, umum — saemuna @ 8:14 am

Pertanyaan

Apakah berenang dapat membatalkan puasa?

Jawaban

Allah SWT berfirman dalam QS Al-Baqarah 187:

Menurut ketentuan ayat di atas dapat diambil kesimpulan bahwa yang membatalkan puasa hanya 3 yaitu:

  1. Makan
  2. Minum (termasuk merokok)
  3. Bersetubuh

Ketiga-tiganya itu membatalkan puasa kalau dikerjakan dengan sengaja.

Orang yang karena lupa atau tidak sengaja melakukan salah satu dari 3 hal itu tidaklah batal puasanya.

Orang yang sedang berpuasa kemudian berenang dan menyengaja minum air, maka batallah puasanya. Namun jika tidak sengaja tidaklah membatalkan puasanya.

Persoalan “sengaja atau tidak sengaja”; “melupa ataukah lupa” itu, diri pelaku cukup mengetahui dan adalah Allah Maha Mengetahui.

Disinilah puasa mendidik manusia untuk berlaku jujur.

Manusia bisa kita tipu, tetapi akankah menipu Allah? Koruptor pandai menipu manusia, mempermainkan hukum bahkan mendapat pembelaan dari teman kerabat. Tetapi tidak akan bisa menipu Allah, tidak akan bisa lepas dari hukum Allah dan di hari kiamat tidak ada satupun teman kerabat yang bisa membelanya. Semoga puasa kita bisa membawa diri kita untuk selalu jujur.

Agustus 29, 2008

Kekal Syurga & Neraka

Diarsipkan di bawah: Agama, NASEHAT, Pendidikan, islam, jawab, soal, umum — saemuna @ 2:30 am

Pertanyaan:

Kalau kita mati membawa dosa tapi beriman, apakah masih masuk neraka baru kemudian masuk ke syurga?

Jawaban:

Menurut Allah S.W.T bahwa orang yang masuk syurga itu kekal selama-lamanya. Demikian juga orang yang masuk neraka, mereka kekal selama-lamanya.

Allah berfiman (Q 04. An Nisaa’ :122) :

š Orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan saleh, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah telah membuat suatu janji yang benar. dan siapakah yang lebih benar perkataannya dari pada Allah ?

Allah juga berfirman (Q 72. Al Jin : 23) :

Akan tetapi (aku hanya) menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya. dan Barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka Sesungguhnya baginyalah neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.

Tidaklah dijumpai di ayat Al-Qur’an bahwa ahli syurga mesti masuk neraka dulu yang orang bilang buat mencuci dosa-dosa.

Bahkan Allah berfirman (Q 07. Al A’raaf : 40):

Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit[540] dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum[541]. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.

[540] Artinya: doa dan amal mereka tidak diterima oleh Allah.

[541] Artinya: mereka tidak mungkin masuk surga sebagaimana tidak mungkin masuknya unta ke lubang jarum.

Firman Allah (Q 05 Al Maidah :37) :

Mereka ingin keluar dari neraka, Padahal mereka sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya, dan mereka beroleh azab yang kekal.

Firman Allah (Q 82 Al Infithaar : 16) :

dan mereka sekali-kali tidak dapat keluar dari neraka itu.

Memang banyak hadist sebutkan orang yang berdosa akan masuk neraka buat tebus dosa-dosanya. Kemudian setelah bersih dosanya diangkat ke syurga. Menurut kaidah hadist yang isinya berlawanan dengan ayat Al-Qur’an itu tertolak. Lantaran Rosulullah tidak mungkin berkata yang menyalahi Al-Qur’an. Jadi kami meragukan tentang kesahihan hadist tersebut.

Di neraka beberapa hari saja itu ada dikatakan oleh ahli kitab, namun disanggah oleh Allah : Q 02. Al Baqarah 80-82 :

dan mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja.” Katakanlah: “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?”

(Bukan demikian), yang benar: Barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka Itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.

Lantas bagaimana dengan dosa-dosa yang pernah dikerjakan?

Dosa yang tidak diampuni Allah sekecil apapun akan diperlihatkan dan diperhitungkan di hari perhitungan (yaumul hisab).

Firman Allah (Q 99. Al Zalzalah : 7-8) :

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihatnya.

dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihatnya pula.

Selanjutnya pahala dan dosa yang tidak terampuni akan ditimbang di mizan, untuk memberikan keputusan yang sangat adil.

Firman Allah (Q 101. Al Qaari’ah : 6-11) :

dan Adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya,

Maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan.

dan Adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya,

Maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.

tahukah kamu Apakah neraka Hawiyah itu?

(yaitu) api yang sangat panas.

Jika kita ditanya :”maukah masuk neraka barang sehari?” tentu akan kita jawab: “Tidak”. Karena sehari hitungan Allah = 1000 tahun hitungan manusia. Kita tentu berharap untuk tidak tersentuh api neraka walau sehari.

Maka yang terpenting sekarang untuk kita lakukan adalah berupaya untuk tidak tersentuh api neraka. Caranya adalah mari senantiasa minta ampun kepada Allah dan senantiasa berusaha untuk tidak berbuat dosa lagi. Jika terkhilaf berbuat dosa segera minta ampun kepada Allah. Sungguh Allah Maha Pengampun.

Begitulah pemahaman saya berdasar pada dalil yang saya ketahui. Pemahaman yang tepat tentang hal ini kita serahkan kepada Allah. Di akhirat nanti kita akan sama tahu yang sebenarnya.

Menjadi kabar gembira yang sangat membahagiakan bagi kita adalah bahwa semua umat Islam akan masuk syurga, kecuali yang tidak mau. Sesiapa yang taat kepada Allah & rosul, ia masuk syurga. Sesiapa yang berpaling dari Allah dan rosul, dialah orang yang tidak mau masuk syurga. Mari kita menjadi umat islam yang taat kepada Allah SWT dan Rosulullah SAW.

Agustus 27, 2008

Hukum Merokok

Diarsipkan di bawah: Agama, NASEHAT, Pendidikan, hikmah, islam, jawab, soal, umum — saemuna @ 7:17 am

Pertanyaan

Bagaimana Hukum merokok menurut Islam?

Jawaban:

Sebelumnya bisalah anda baca di bungkus rokok itu tertulis :

Peringatan Pemerintah:

“merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin”

Para ahli bidang kesehatan telah meneliti, menyetujui akan bahaya merokok baik bagi perokok maupun orang disekitar perokok.

Jadi jelas orang yang merokok itu telah mejatuhkan dirinya ke dalam kebinasaan, dan juga menyebabkan bahaya bagi orang lain dan lingkungan di sekitarnya.

Secara umum Allah SWT berfirman dalam QS Al-Baqarah 195 :

Memahami larangan Allah ini sudah cukup kiranya untuk umat Islam menemukan jawaban hukum merokok.

Lebih dari itu, mari kita cermati ayat ini.

Jalan yang membinasakan diri tentu bukan jalan yang diridloi Allah – tentu bukan jalan Allah. Perhatikan perintah sebelumnya “Belanjakanlah hartamu di jalan Allah”. Jadi bukan hanya kegiatan membinasakan diri yang dilarang Allah tetapi membelanjakan harta di BUKAN jalan Allah pun dilarang juga.

Bukankah sebelum merokok orang mesti belanja rokok dulu? Sungguh indah bahasa Al-Qur’an.

Jadi setelah anda menemukan jawaban hukum merokok anda pun akan menemukan jawaban hukum membeli rokok. semoga bisa dipikirkan…

Agustus 26, 2008

Satu Gol Selamat

Diarsipkan di bawah: Agama, NASEHAT, Pendidikan, islam, jawab, soal, umum — saemuna @ 12:37 am

Pertanyaan :

Umat islam akan terpecah menjadi 73 golongan. Hanya satu yang selamat, siapa satu itu?

Jawaban :

Hadist yang dimaksud adalah sbb:

“Artinya : Dari Abdullah bin Amr, ia berkata: Rasulullah saw bersabda, Sungguh akan terjadi pada ummatku, apa yang telah terjadi pada ummat bani Israil sedikit demi sedikit, sehingga jika ada di antara mereka (Bani Israil) yang menyetubuhi ibunya secara terang-terangan, maka niscaya akan ada pada ummatku yang mengerjakan itu. Dan sesungguhnya bani Israil berpecah menjadi 72 millah, semuanya di neraka kecuali 1 millah saja dan ummatku akan terpecah menjadi 73 millah, yang semuanya di neraka kecuali 1 millah. (para Shahabat) bertanya, Siapa mereka wahai Rasulullah? Beliau saw menjawab, ˜Apa yang aku dan para Shahabatku berada di atasnya. [HR At-Tirmidzi no. 2641]

Tentang bilangan 72 kami memahami banyak banget, dan 73 kami memahami lebih banyak dari yang sudah banyak banget itu.

Artinya perpecahan di dalam umat islam akan melebihi banyaknya perpecahan di umat bani israil. Dan yang selamat hanya 1, yaitu yang menegakkan sunnah rosul dan sahabat. Tak peduli dari golongan manapun selama ia berpegang pada sunnah rosul dan sahabat dia akan selamat.
Bila kita ingin selamat dunia dan akhirat, maka kita wajib mengikuti jalan yang telah ditempuh oleh Rasulullah Muhammad saw dan para sahabatnya. Mudah-mudahan Allah membimbing kita ke jalan selamat dan memberikan hidayah untuk mengikuti jejak Rasulullah saw dan para sahabatnya. *

Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com.