Pertanyaan :
Ada orang islam melakukan sholat tetapi juga syirik bagaimana statusnya, ketika mati apakah harus disolatkan?
Jawaban :
Syirik dan Bahayanya
Syirik yang dimaksud adalah menyekutukan Allah. Orang yang melakukan syirik disebut musyrik. Sementara orang islam disebut muslim. Muslim adalah orang yang tunduk patuh kepada Allah SWT. Salah satu wujud kepatuhan itu adalah menjahui syirik, karena Allah melarangnya seperti Firman Allah SWT dalam QS 4 An Nisaa’ 36 :
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun.
Allah SWT berfirman QS 6 Al An’aam 151:
Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu Yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia.
Dan masih banyak ayat lain yang melarang orang islam berbuat syirik. Begitu murka Allah bila disekutukan dengan mahluk-Nya, sehingga Allah Yang Maha Pengampun tidak berkenan mengampuni dosa syirik.
Allah SWT berfirman QS 4 An Nisaa’ 48:
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.
Allah SWT berfirman QS 4 An Nisaa’ 116:
Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, Maka Sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.
Tidak hanya itu bahaya syirik bisa menghapuskan seluruh amal kebaikan yang telah dikerjakan.
Allah SWT berfirman QS 39 Az Zumar 65:
dan Sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu Termasuk orang-orang yang merugi.
Jadi orang yang mengaku islam tetapi masih melakukan syirik, maka dia sesungguhnya telah keluar dari islam, telah merusak amal kebaikannya sendiri. Pahala syahadatnya, sholatnya, puasanya, hajinya dan seluruh amal kebaikannya terhapus oleh dosa syirik. Dia tidak muslim lagi tetapi telah jatuh menjadi musyrik, walaupun KTPnya masih muslim.
Oleh karena itu jika orang seperti ini mati dan tetap dalam kemusyrikannya (belum bertaubat), maka tidak boleh dimintakan ampun. Dan sudah tentu tidak boleh disholatkan, karena di dalam shalat jenazah ada mintakan ampunan. Sebagaimana Allah melarang dalam QS 9 At Taubah 113:
Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum Kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam.
Jadi sudah menjadi kewajiban bagi setiap muslim meninggalkan syirik.
Nah melihat syirik yang sangat membahayakan, maka kita perlu mengetahui bentuk-bentuk kemusyrikan supaya bisa menghindar darinya.
Cabang-cabang kemusyrikan:
Berdasar pada Ayat-ayat Al-Qur’an yang kami ketahui, maka setidaknya ada 5 cabang kemusyrikan:
1. Musyrik dalam keyakinan/pengakuan
Meyakini ada selain Allah sama dengan Allah, baik zat dan atau sifat-sifatnya. Contohnya adalah ratapan jahiliyah, yaitu mengatakan kepada si mati sebagai pelindungnya, pemberi rejekinya; Padahal Allah lah pelindung kita; Allah lah pemberi rejeki kita; bukan si mati.
Contoh lain adalah meyakini ada si demit yang mbaurekso sebuah wilayah; Padahal dunia dan akhirat yang mbaurekso adalah Alla SWT.
Allah SWT berfirman QS 6 Al An’aam 19:
… Apakah Sesungguhnya kamu mengakui bahwa ada tuhan-tuhan lain di samping Allah?” Katakanlah: “Aku tidak mengakui.” Katakanlah: “Sesungguhnya Dia adalah Tuhan yang Maha Esa dan Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)”.
2. Musyrik dalam niat
Melakukan amal dan ibadah bukan untuk Allah saja, tetapi juga untuk selain Allah, seperti riya’ (pamer).
Ayat 38 (sebagai lanjutan dari larangan musyrik dalam QS An Nisaa’ ayat 36) menyebutkan :
dan (juga) orang-orang yang menafkahkan harta-harta mereka karena riya kepada manusia, dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian. Barangsiapa yang mengambil syaitan itu menjadi temannya, Maka syaitan itu adalah teman yang seburuk-buruknya.
Seharusnya kita sebagai muslim dalam beramal dan beribadah adalah hanya untuk Allah saja.
Allah SWT berfirman QS 6 Al An’aam 126:
Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.
3. Musyrik dalam beribadah
Melakukan peribadatan yang tidak dituntunkan Allah dan Rosul yaitu bid’ah.
Allah SWT berfirman QS 42 Asy Syuura 21 :
Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. dan Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang Amat pedih.
4. Musyrik dalam minta pertolongan
Meminta sesuatu kepada selain Allah. Seperti merdukun, mersyetan dan sejenisnya.
Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong. (QS Al Baqarah 107)
Semestinya kita orang islam hanya kepada Allah saja meminta perolongan:
hanya Engkaulah yang Kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan.
Nasta’iin (minta pertolongan), terambil dari kata isti’aanah: mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak sanggup dikerjakan dengan tenaga sendiri.
5. Musyrik dalam bergolongan
Bersikap bangga terhadap golongannya dan merendahkan golongan yang lain. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Ar Ruum 31-32:
dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu Termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah,
Yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.
Ada musyrikin mengatakan dengan berbagai gaya bahasa bahwa apa yang ia lakukan adalah sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah. Kami ini orang yang penuh dosa, jauh dari Allah perlu perantara. Hal ini seperti yang telah difirmankan Allah dalam QS 39 Az Zumar 3:
Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan Kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya”. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.
Tuhan-tuhan selain Allah Pasti akan lenyap; tidak bisa menolong.
Maka mengapa yang mereka sembah selain Allah sebagai Tuhan untuk mendekatkan diri (kepada Allah) tidak dapat menolong mereka. bahkan tuhan-tuhan itu telah lenyap dari mereka? Itulah akibat kebohongan mereka dan apa yang dahulu mereka ada-adakan. (QS 46 Al Ahkaaf 28)
Demikian penjelasan kami semoga Allah berikan petunjuk kepada kita ke jalan yang lurus.